Minggu, 29 November 2015

Injector Duty Cycle

Injector Duty Cycle
You hear it all the time... but what exactly IS the Injector Duty Cycle and where do these numbers come from? It is really quite simple. As with most other terms you may have learned browsing this site, it is a calculation. Simply put, it is the amount of time a fuel injector is energized or on during an engine cycle (intake, compression, combustion and exhaust).
A four stroke engine takes 2 complete rotations of the crankshaft to complete a cycle. The RPM of the motor is what is going to determine the "time". Let us use the example of an engine running at 600 RPM's. This would give us 300 cycles per minute (600 / 2 = 300). Next we need to convert those converted to cycles per second. Because RPM is a "per minute", we need to divide by 60 (60 seconds in a minute). This would be 300 / 60 = 5. We want this number to represent seconds per cycle (the "time) so we would represent this number as 1/5 (or 200 milliseconds, ms) and equated to the engine cycle taking 200 ms to complete.
Now we need to determine the time the injector is energized at this point in the fuel map. Lets just say for ease of understanding that the injector is pulsed at 20ms. This would be (20 / 200 = 1/10 ) 20 (ms injector is directed to pulse) / 200 (time it took for the engine to complete a cycle) would give you = 1/10 OR a 10% Duty cycle. Simple, right?
I have seen it more than once that people report they ran a duty higher than 100%... it is not possible. Your injector has completely maxed out and only ran 100%, you just ran it past its operating range and the calculation shows that. It is impossible to physically run an injector HIGHER than 100%.
You can use the calculator below to determine injector duty cycle when engine speed and injector pulse width are known. You can enter numbers in the white boxes. The grey box will show you the injector duty cycle %. As you can see, the example outlined above is the default. The "Reset fields" button writes the default values into the white boxes. Press "Calculate" to determine injector duty cycle (IDC). As you can see, it will show the same results we came up with above in the example. There is not much to this topic so this simple calculator is not very interesting but should help you. 

Rabu, 21 Oktober 2015

Manual remot alarm avanza

Berikut cara menggunakan auto2000 security system:

1.MENGAKTIFKAN ALARM


Tekan tombol bergambar gembok tetutup 1x,seluruh CDL (Central Door Lock) terkunci alarm aaktif (klakson bunyi 1x,sein berkedip 1x,LED berkedip).


Jika masih terdapat pintu-pintu atau kap mesin terbuka saat mengaktifkan alarm klakson bunyi beep5x,tetapi bagian pintu yang terbuka tidak disensor oleh Control Processing Unit alarm.


Saat Alarm Aktif: jika pintu pintu terbuka atau kunci kontak diputar dari posisi LOCK/ACC ke ON,maka alarm langsung menyalak dan kendaraan tidak dapat di starter (klakson akan bunyi beep 10x kemudian bunyi sekitar 30 detik disertai sein berkedip,LED indikator ON)


Saat Alarm Aktif: kap mesin dibuka/terbuka atau sensor getar mendapat getaran cukup kuat maka alarm langsung menyalak dan mobil tidak bisa di starter (klakson berbunyi kira-kira 30 detik disertai sein berkedip,LED indikator menyala).

2.MENON-AKTIFKAN ALARM
Tekan tombol bergambar gembok terbuka 1x,seluruh CDL terbuka alarm tidak aktif (alarm bunyi beep 2x,sein berkedip 2x,LED indikator OFF).

3.ALARM AKTIF OTOMATIS SETELAH 30 DETIK (AUTOMATIC RE-ARM)
Alarm aktif secaraotomatis dan CDL terkunci setelah 30 detik,terhitung setelah kita menonaktifkan alarm melalui remote control,tetapi tidak ada pintu-pintu dan kap mesin terbuka.

4.MENCARI KENDARAAN (CAR FINDER/PANIC)
Tekan tombol bergambar sirine lebih dari 3detik,kemudian lepas,lampu sein berkedip dan klakson berbunyi selama 30 detik,untuk menon-aktifkannya sebelum 30 detik tekan tombol bergambar sirine.

5.ALARM TANPA SUARA KLAKSON (SILENT MODE)
Tekan tombol bergambar sirine 1x,kemudian tekan tombol bergambar gembok tertutup atau gembok terbuka 1x,klakson tidak berbunyi beep saat mengaktifkan atau menon-aktifkan alarm.

6.MENGUNCI ATAU MEMBUKA CDL SECARA OTOMATIS (AUTO LOCK-UNLOCK)


Setelah semua pintu atau kap mesin tertutup dengan baik,putar kunci kontak dari LOCK/ACC ke ON (hidupkan mesin), kira-kira 3 detik kemudian secara otomatis seluruh CDL akan terkunci.


Pada saat memutar kunci kontak dari ON ke ACC atau LOCK (mematikan mesin) secara otomatis seluruh CDL akan terbuka.


Catatan: Fungsi autolock dibatalkan apabila saat memutar kunci kontak dari posisi LOCK/ACC ke ON masih ada pintu atau kap mesin tidak tertutup dengan baik.

7.SENSOR GETAR 2 TAHAP


Pada saat alarm aktif kendaraan mendapatkan benturan yang lemah,alarm memberikan peringatan (klakson bunyi bep 10x,sein berkedip 2x,LED indikator berkedip).


Pada saat alarm aktif kendaraan mendapatkan benturan yang keras, alarm langsung menyalak dan kendaraan tidak dapat distarter (klakson bunyi terus disertai sein berkedip selama 30 detik,LED berkedip)

Untuk menyetel sensitifitas alarm silakan lihat disini..

8.MENGAKTIFKAN ALARM SAAT MESIN HIDUP (KUNCI KONTAK ON)
Setelah pintu-pintu tertutup dengan baik dan seluruh CDL terkunci:


Tekan tombol bergambar gembok tertutup selama 2 detik kemudian lepas,alarm aktif,seluruh CDL terkunci (klakson bunyi beep 1x,disusul bunyi beep 1x lagi,LED indikator berkedip) digunakan untuk melindngi pengendara saat perjalanan,tetapi hanya mendeteksi pintu saja bila ada yang mencoba membuka pintu dari luar.


Untuk menon-aktifkannya tekan tombol bergambar gembok terbuka 1x atau putar kunci kontak dari posisi ON ke ACC/LOCK (matikan mesin).


9.MENON-AKTIFKAN ALARM SECARA MANUAL DENGAN RESET SWITCH DAN KUNCI KONTAK
Saat alarm aktif dan menyalak,sedang remote kontrol kondisi rusak,hilang atau habis batray:
Putar kunci kontak dari posisi LOCK/ACC ke ON kemudian tekan reset switch 1x yang berada di belakang tuas pembuka kap mesin, maka alarm akan non-aktif.

10.VALET MODE
Valet mode ditandai  dengan lampu led indikator nyala terus.


Fungsi valet mode: untuk menonaktifkan fungsi kerja alarm dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan keperluan misal kendaraan sedang melakukan servis,cuci dan lain-lain (tetapi membuka dan menutup CDL masih berfungsi tetapi klakson tidak berbunyi).


Cara Menggunakan valet mode:

Cara pertama,pintu kendaran dalam kondisi terbuka atau tertutup:
Putar kunci kontak dari posisi LOCK/ACC ke ON putar kembali ke posisi ACC/LOCK kemudian tekan reset switch yang berada di belakang tuas pembuka kap mesin 1x,lampu led akan menyala terus.

Cara kedua,pintu kendaraan harus dalam keadaan terbuka:
Kunci kontak posisi LOCK/ACC,tekan tombol bergambar gembok tertutup 1x,tekan tombol bergambar gembok terbuka 1x,kemudian tekan tombol bergambar gembok  tertutup 1x,kemudian lampu led indikator akan menyala terus.

Untk menon-aktifkan valet mode: lakukan cara yang sama seperti  saat meng-aktif-kan valet mode maka lampu indikator led atau kode led alarm akan padam dan alarm normal kembali.

Semoga berma

Senin, 12 Januari 2015

CAR GPS TRACKING: CARA PASANG GPS TRACKING

CAR GPS TRACKING: CARA PASANG GPS TRACKING: Manual Instruksi secara mendetail tentang cara pemasangan dan instalasi GPS Tracking akan kami paketkan (kirimkan)  bersamaan dengan kir...

CAR GPS TRACKING: CARA PASANG GPS TRACKING

CAR GPS TRACKING: CARA PASANG GPS TRACKING: Manual Instruksi secara mendetail tentang cara pemasangan dan instalasi GPS Tracking akan kami paketkan (kirimkan)  bersamaan dengan kir...

Sabtu, 10 Januari 2015

menghitung daya psu



 Active PFC (Power Factor Correction), yaitu rangkaian khusus yang digunakan untuk mengukur seberapa efisien komsumsi daya listrik. 
* Over Voltage Protection, yaitu kemampuan power supply untuk mencegah kerusakan komponen yang terhubung karena adanya lonjakan voltase listrik yang tiba-tiba.

* Continuous Output, yaitu kemampuan power supply untuk memberikan daya setiap saat dibutuhkan.

* Sertifikasi 80 Plus, dimana setiap power yang memiliki tingkat efisiensi mengkonversi listrik AC ke power DC lebih besar dari 80%.

* 90% plus, yaitu power supply yang mampu melewati efisiensi 90% lebih, dalam mengkonversi energi AC ke DC.

* SLI ready/ATi cross fireX, berarti power supply ini sudah siap untuk teknologi Multi GPU. Tapi sekedar saran dari saya, jangan tertipu tulisan dalam kemasan PSU yang memasang logo ini,karena PSU yang memakai techno ini hanya PSU kelas wahid semisal, FSP, Corsair, Silverstone, Tagan, Enlight >500watt.

* ROHS(reduction of hazardous substances), yaitu teknologi ramah lingkungan yang meminimalisir panas berlebih atau material berbahaya.


Berikut beberapa list PSU yang worth menurut saya ;

* Corsair
* Tagan
* XFX
* FSP
* Xigmantek
* Enlight
* Thermaltake
* Cooler Master
* VenomRX
* AcBel

Berikut beberapa list PSU yang bad menurut saya ;

* Epro
* Mentari
* Powercase
* Xtreme
* Speedpower
* Power Logic
* Enhance

Jika anda menemukan PSU yang bagus atau buruk, bisa di share disini.

Dan jika anda hendak membeli PSU, namun bingung untuk memilih PSU yang mempunyai daya berapa watt,  cara menghitung daya  psu klik  ng kene


Kamis, 18 September 2014

Job Diskripsi bengkel

Berikut ini akan penulis uraikan tugas dan tanggung jawab, serta  wewenang bagian-bagian penting dalam struktur organisasi PT. Astra International Tbk. Toyota Sales Operation cabang Bogor Siliwangi :

1.      Kepala Cabang (Branch Head)
Tugas dan Tanggung jawab :
  1. Melakukan kegiatan pengelolaan cabang dibidang penjualan, administrasi, servis serta mengoptimalkan sumber daya yang ada dalam usaha pencapaian target.
  2. Meningkatkan produktivitas/performance cabang serta kepuasan pelanggan.
3.       Membuat perencanaan strategis, policy, arah dan target cabang sesuai dengan guide line dari Pusat.
Wewenang :
  1. Memberikan diskon dan komisi sesuai dengan regulasi yang ada.
  2. Melakukan pembatalan SPK (Surat Pemesanan Kendaraan).
  3. Menetapkan kebijakan tata tertib cabang yang sesuai dengan kondisi cabang.
  4. Menegur, mengarahkan, memberikan reward and punishment kepada karyawan bawahannya.
  5. Mengusulkan promosi, transfer, demosi, training atau PHK karyawan bawahannya.

2.      Kepala Bengkel  (Workshop Head)
Tugas dan Tanggung jawab :
  1. Mengelola seluruh kegiatan bengkel dalam rangka meningkatkan mutu dan kecepatan pelayanan melalui SOP yang berlaku serta menginformasikan kompetensi jajaran personel bengkel dalam usaha pencapaian target untuk meningkatkan produktibitas dan pencapaian performance bengkel serta kepuasan pelanggan.
  2. Membuat perencanaan dan memastikan pencapaian revenue workshop, Unit Entry and Car Return sesuai standar yg ditetapkan.                    
3.      Menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan bengkel (dan performance jajaran personel bengkel).
4.      Mengontrol stock gudang bengkel (parts) sesuai dengan target service rate.
  1. Pembinaan dan pengembangan personel bengkel.
  2. Mengevaluasi pelaksanaan sistem dan prosedur bengkel.
  3. Memantau pengelolaan limbah padat, cair, & gas di bengkel
Wewenang :
1.       Memutuskan pemberian/penolakan diskon untuk customer/Perjanjian Kerja Sama sesuai Standard Operating Procedure(SOP).
2.       Menentukan penggunaan kendaraan operasional servis cabang (Home Service).
3.       Menegur, mengarahkan dan memberikan reward and punishment kepada karyawan bawahannya.
4.       Mengusulkan promosi, transfer, demosi, training atau melakukan PHK karyawan bawahannya.

3.      Instruktur Servis (Service Instructor)
Tugas dan Tanggung jawab :
  1. Mengembangkan technical skill dari mekanik, foreman dan Service Advisor melalui pelaksanaan training di bengkel sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan yang ada untuk meningkatkan mutu pelayanan bengkel.
2.      Menganalisa dan Mengontrol kebutuhan equipment, tools, dan SST
3.      Membantu personel bengkel dalam menangani masalah di bengkel
4.      Menganalisa pekerjaan Job Return
5.      Membantu kepala bengkel dalam hal EHS
6.      Menghitung insentif man power bengkel
Wewenang :
1.      Membuat jadwal dan mengadakan training di Bengkel
2.      Merencanakan dan mengirim Mekanik, Foreman dan SA untuk training ke kantor pusat / TAM berdasarkan koordinasi dengan kantor pusat
3.      Mengusulkan penambahan, perbaikan peralatan bengkel.



4.      Service Advisor
Tugas dan Tanggung jawab :
  1. Bertanggung jawab melayani kebutuhan pelanggan yang datang dan keluar bengkel dengan  mendengarkan, menganalisa, dan menjelaskan tentang kerusakan kendaraan, membuat PKB dan estimasi waktu serta biaya untuk mencapai kepuasan pelanggan, serta menjaga kerapian data-data kendaraan pelanggan.
  2. Melayani pelanggan, yaitu menganalisa kerusakan dan memeriksa kendaraan, serta menjelaskan hasil pemeriksaan padapelanggan.
  3. Memasukkan data keluhan pelanggan mengenai kondisi kendaraan pelanggan ke komputer.
  4. Membuat Perintah Kerja Bengkel ( PKB ).
  5. Membuat penawaran dari pekerjaan perbaikan kendaraan atau estimasi biaya dan waktu perbaikan pada pelanggan.
  6. Menginformasikan pekerjaan tambahan (bila ada) kepada pelanggan beserta estimasi biaya dan waktu tambahan yang diperlukan.
  7. Memeriksa kendaraan yang telah diperbaiki, apakah sesuai dengan Perintah Kerja Bengkel ( PKB ).
  8. Melakukan test drive dan memeriksa keberadaan parts bekas di dalam kendaraan.
  9. Menyerahkan kembali kendaraan pada pelanggan dalam keadaan bersih berikut parts bekas sesuai dengan Form Pemeriksaan Kendaraan ( FPK ).
  10. Melakukan follow up ke pelanggan setelah 2-3 hari kendaraan diperbaiki di bengkel.
  11. Mengingatkan pelanggan untuk melakukan perawatan berkala berikutnya pada saat selesai perawatan / perbaikan.
  12. Mengisi data ‘account number’ untuk setiap perawatan yang telah selesai dikerjakan yang dipakai sebagai dasar perhitungan biaya perawatan.
Wewenang :
Melakukan estimasi biaya perbaikan dan waktu perbaikan.
Menentukan harga dan memberikan diskon pada customer untuk perbaikan kendaraan sesuai standar yang ditetapkan.
Memutuskan kendaraan boleh keluar atau tidak setelah diperbaiki.

5.      Koordinator THS (THS Coordinator)
Tugas dan Tanggung jawab :
  1. Menerima telepon atau panggilan dari Pelanggan untuk melakukan servis kendaraan.
  2. Melakukan pencatatan data Pelanggan dan keluhan yang ada pada Sistem.
  3. Mendistribusikan pekerjaan  kepada mekanik THS melalui radio panggil/alat komunikasi.
  4. Membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi mekanik THS, dengan menjelaskan cara “ Trouble Shooting “.
  5. Mendukung mekanik THS dalam penyedian suku cadang dan penyediaan tools.
  6. Membuat laporan berkala mengenai job return, problem yang dihadapi, untuk diserahkan pada atasan.
  7. Memeriksa hasil kerja mekanik sesuai dengan Perintah Kerja Bengkel (PKB) via follow up ke Pelanggan.
  8. Mengecek ulang notifikasi untuk memastikan pekerjaan.
  9. Memperbaharui notifikasi untuk memonitor pekerjaan.
  10. Mengecek ulang Service Order.
  11. Melakukan pencatatan Penagihan Dan Pembayaran pada Sistem.
  12. Mencetak Faktur yang akan dikirim oleh mekanik.
  13. Melakukan pengumpulan kepada pelanggan lewat telepon dan follow up
  14. Mengatur  mekanik  THS.
  15. Monitoring performance THS yang dikelola (Unit Entry, Revenue, Jumlah Mekanik THS).
  16. Menerima pembayaran dari mekanik THS sesuai dengan laporan.
  17. Menyerahkan hasil pembayaran ke kasir.
Wewenang :
1.      Mendistribusikan pekerjaan pada mekanik THS.
2.      Mengusulkan training bagi mekanik THS.

6.      Partman
Tugas dan Tanggung jawab :
1.      Melakukan order parts ke Sub Depo atau TAM, baik untuk keperluan gudang parts maupun parts pesanan Indirect.
2.      Melakukan follow-up atas order yang telah dibuat sehingga dapat memberikan informasi yang akurat terhadap parts pesanan next internal customer.
3.      Mencatat order atau permintaan yang tidak dapat dipenuhi, dan melakukan follow-up kepada next internal customer atas kondisi order tersebut.
4.      Menerima dan memeriksa parts yang datang sesuai dengan kondisi fisik dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan.
5.      Menginformasikan kepada next internal customer apabila parts yang dipesan telah tersedia.
6.      Menyimpan parts untuk stock sesuai dengan lokasi yang telah ditetapkan, membuat lokasi baru untuk parts baru dan menyimpan parts pesanan indirect di intransit area.
7.      Memelihara dan menjaga kondisi fisik stock parts dan menjaga kebersihan lokasi dan ruang yang ada di gudang.
8.      Mengatur lay out gudang agar menjadi efektif dan efisien.
9.      Melakukan evaluasi terhadap lokasi dan penempatan parts di gudang, evaluasi parameter-parameter dan update terhadap data-data inventory yang berhubungan dengan standar pengelolaan Toyota  parts.
10.  Mengelola stock sesuai standar-standar dan target inventory yang telah ditetapkan.
11.  Memberikan informasi-informasi yang diperlukan oleh next internal customer dalam bidang parts, seperti  informasi harga, stock, kondisi order dan kedatangan parts pesanan.
12.  Membuat, melakukan register, filing dan menyimpan dokumen-dokumen order, penerimaan, pengeluaran, claim, transfer, berita acara dan laporan-laporan yang berhubungan dengan bidang kerjanya.
13.  Memberikan saran, usulan dan berkonsultasi dengan kepala bengkel dalam mencari solusi terhadap masalah parts.
14.  Melakukan sampling stock opname secara rutin.
15.  Membuat retur dan claim bagi parts yang rusak atau kurang dalam penerimaan dari TAM atau Sub Depo.
16.  Melakukan transfer parts antar cabang apabila dibutuhkan.
Wewenang :
1.     Melakukan order ke TAM atau Sub Depo sesuai permintaan.
2.     Melakukan pemesanan untuk item-item stock baru, berdasarkan analisa demand.
3.     Mengusulkan pembelian parts lokal, jika tidak tersedia di gudang/Depo.

7.      Gudang Bahan
Tugas dan Tanggung jawab :
1.      Menjaga ketersediaan bahan, material dan oli yang dibutuhkan mekanik.
2.      Memberikan bahan, material dan lain-lain kepada mekanik sesuai dengan permintaan yang tertulis di Perintah Kerja Bengkel (PKB).
3.      Membuat permintaan pembelian bahan dan lain-lain yang dibutuhkan bengkel.
4.      Menerima kiriman bahan dan lain-lain dari supplier dan menyimpannya di gudang bahan.
5.      Memproses Order Pembelian Bahan (OPB), Surat Penerimaan Gudang (SPG) dan Bukti Pencatatan Hutang (BPH).
6.      Membuat Memo Expenses untuk bahan yang dipakai bengkel.
7.      Memelihara dan menjaga kebersihan tempat dan area kerja (5R).

8.      Administrasi Servis (Service Administration)
 Tugas dan Tanggung jawab :
  1. Mencetak kontrak kerja untuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui Workshop Head.
  2. Memonitor batas waktu pembayaran dan dokumen-dokumen pendukungnya.
  3. Melakukan administrasi Account Receivables (AR).
  1. Melakukan kegiatan administrasi masalah perpajakan.
  2. Membantu melengkapi data yang dibutuhkan untuk pengiriman unit.

9.      Administration Billing Unit
Tugas dan Tanggung jawab :
1.      Menerima PKB yang telah selesai diproses oleh bengkel.
2.      Melakukan pekerjaan Billing dan Invoice dari PKB yang telah dinyatakan selesai oleh Service Advisor.
3.      Membuat registrasi Kuitansi Manual THS.
4.      Mendistribusikan Kuitansi THS yang selesai (asli/sistem) kepada pelanggan sebagai pengganti Kuitansi Manual THS.
5.      Melakukan monitoring terhadap PKB yang belum selesai (WIP).
6.      Membuat dan mengembangkan Filing System dan regristrasi copy kuitansi, OPL, dan lain-lain.
7.      Membuat laporan mingguan dan bulanan WIP, Faktur Pajak, Memo Pembebanan dan lain-lain.
10.  Memelihara dan menjaga kebersihan tempat dan area kerja (5R).

10.  Mekanik THS
Tugas dan Tanggung jawab :
  1. Menjaga dan merawat kebersihan kendaraan THS beserta perlengkapannya (Part, Equipment, PKB manual, Hand tool set).
  2. Memahami dan melaksanakan tugas pengerjaan kendaraan dirumah pelanggan sesuai perintah dari Koordinator THS.
  3. Menemui pelanggan dengan ramah, sopan, dan kekeluargaan.
  4. Mendengarkan keluhan pelanggan dengan melakukan pertanyaan 5W2H.
  5. Melakukan diagnosa pada kendaraan pelanggan.
  6. Menyarankan pelanggan untuk melaksanakan perbaikan kendaraan sesuai keluhan, dan mendapat persetujuan pelanggan bila mungkin melaksanakan perawatan berkala.
  7. Melakukan pekerjaan yang telah disetujui pelanggan.
  8. Menjaga kualitas pekerjaan dan pelayanan
  9. Melaksanakan BST.
  10. Menjaga kebersihan dan keamanan kendaraan pelanggan.
  11. Mencatat semua pengeluaran Spare part dan Bahan yang telah digunakan dan dikeluarkan dari Gudang THS beserta nomor Part dan nomor Bahan.
  12. Memberikan Angket THS kepada pelanggan untuk penilaian Kualitas kerja yang telah dilakukan .
  13. Melaksanakan final check pada kendaraan yang telah selesai dikerjakan.
  14. Membuat Kuitansi Manual sesuai dengan pekerjaan yang telah dilakukan.
  15. Menjelaskan secara rinci tentang pekerjaan dan kaitannya dengan keluhan, serta komponen yang diganti.
  16. Menerima pembayaran dari Pelanggan, dan mengambil Angket THS.
  17. Menyampaikan rasa terima kasih dan memastikan kepada pelanggan bahwa kendaraannya telah selesai dikerjakan.
  18. Memberikan kartu nama dan meminta ijin untuk pamit.
  19. Memberikan laporan singkat kepada Koordinator THS.
  20. Menyerahkan Uang beserta copy Kuitansi manual ke kasir.
  21. Menyerahkan PKB manual, Kuitansi manual, kepada koordinator THS.
  22. Memproses pengambilan Spare part dan Bahan yang telah digunakan untuk dikembalikan ke mobil THS.
  23. Mengecek ulang kelengkapan kendaraan THS.

11.  Kepala Regu (Foreman)
Tugas dan Tanggung jawab :
1.       Mengembangkan Menganalisa PKB dari Service Advisor untuk mendistribusikan job kepada mekanik.
2.       Mengawasi kerja mekanik sesuai PKB dan flate rate yang ditetapkan.
3.       Membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi mekanik, dengan menjelaskan cara “ Trouble Shooting “.
4.       Mendukung mekanik dalam penyedian suku cadang dan penyediaan tools.
5.       Membuat laporan berkala mengenai job return, problem yang dihadapi untuk diserahkan pada atasan.
6.       Memeriksa hasil kerja mekanik sesuai dengan PKB.
7.       Menjelaskan pada pelanggan tentang kondisi kendaraan yang sedang diperbaiki.
8.       Melakukan test drive terhadap kendaran yang telah selesai diperbaiki.
Wewenang :
1.      Membuat Mendistribusikan pekerjaan pada mekanik.
2.      Menolak / menerima usulan penggantian parts setelah dikonfirmasikan ke Service Advisor.
3.      Mengusulkan training bagi mekanik.
4.      Memberhentikan untuk sementara unit yang sedang ditangani mekanik, jika terjadi kerusakan lain yang tidak ada dalam PKB, dimana          memerlukan parts yang tidak tersedia di gudang.
12.  Mekanik
Tugas dan Tanggung jawab :
1.      Mengerjakan perbaikan / perawatan kendaraan sesuai perintah yang ada pada PKB, sesuai dengan standar pengerjaan danstandar K3 yang berlaku.
2.      Mencatat pekerjaan yang dilakukan di kolom PKB dan mencatat waktu kerja (waktu mulai dan waktu penyelesaian pekerjaan) pada kertas kerja atau Check sheet yang berlaku untuk menentukan flate rate.
3.      Menginformasikan kerusakan yang ditemukan diluar PKB pada Foreman / Karu untuk ditindak lanjuti.
4.      Memeriksa ulang hasil kerjanya dan menyerahkan PKB yang telah diisi kepada Kepala Regu / Foreman untuk diperiksa.
5.      Memelihara (menjaga kebersihan dan kelengkapan) peralatan kerja, menjaga kerapian dan kebersihan tempat kerjanya.

Injector Duty Cycle

Injector Duty Cycle You hear it all the time... but what exactly IS the Injector Duty Cycle and where do these numbers come from? It is r...