Kamis, 22 November 2012

Berawal Dari Sebuah Menghargai

Berawal Dari Sebuah Menghargai

Terkadang, mudah bagi kita untuk melihat bahwa sesuatu itu sangat berharga, setelah hal tersebut hilang dari pandangan atas tidak terjangkau lagi dengan tangan kita. Sesuatu yang kita peroleh itu, kadang kita lihat hanya sebagai beban atau sumber kekesalan serta kemarahan. Dan Ketika hal itu terjadi, kita menjadi orang paling menyesal dan banyak mengeluhkan tentang susahnya mencari sebuah ketenangan dan kebahagiaan.

Maka karena itulah Allah SWT, mendidik kita para hambanya dengan sebuah hal yang bernama "Menghargai".

Ketika seseorang telah begitu cerdas memutuskan menjadi pribadi yang mudah menghargai maka tidak akan sulit baginya pula untuk bersyukur. Ya, karena penghargaan berarti juga bersyukur, yaitu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah didapatkannya. Tidak lupa, dia akan menggunakan serta memanfaatkan semua itu dengan sebaik mungkin dan di jalan yang diridhoi Allah, serta tidak menyia-nyiakannya begitu saja. Hal itu adalah cara nyata dari adanya sebuah penghargaan tersebut.

Penghargaan juga berarti merawat dan menjaga. Di dalam rumah tangga pun, sebuah rasa saling menghargai tetaplah sangat diperlukan. Bahkan kelangsungan sebuah kebahagiaan dalam rumah tangga  tak akan ada tanpa adanya rasa saling menghargai.

Tidak akan mungkin seorang istri mencaci maki suaminya, walaupun dalam keadaan semarah apapun dia, jika dalam hatinya terbetik rasa tetap ingin menghargai sang suami. Karena menghargai berarti menjaga dengan baik, dan memberikan dengan cara yang terbaik yang kita bisa untuk sesuatu tersebut. Pun demikian halnya dengan sang suami, rasa penghargaan akan menghalanginya dari berbuat yang menyakitkan dan atau melukai sang istri, walau hanya sekedar lewat sebuah kata. Hal ini persis sama dengan yang dicontohkan oleh manusia termulia, Nabi Muhammad SAW kepada para istri- istri beliau. Dan saking besarnya penghargaan serta kasih sayang beliau kepada keluarganya, sampai- sampai ketika beliau harus menegurpun, maka disampaikannya tetap dengan cara yang santun. Inilah sebuah bentuk perawatan kasih sayang dan kelembutan perhatian dan pengertian beliau terhadap wanita.

Penghargaan juga berarti tidak angkuh dan memandang lebih diri. Ketika kita belajar menghargai orang lain dan apapun yang datang atau ada di sekitar kita, maka dengan mudah kita akan mengkontrol ego serta besarnya pengagungan diri kita atas orang lain. Lihatlah tentang seseorang yang mengucapkan teguran dengan santun. Akan jelas berbeda rasanya dengan mereka yang melakukannya dengan kasar, walaupun dengan dalih melakukan kebaikan dan perbaikan. Hal ini karena orang yang menghargai, pun pasti terpikir bahwa siapa tahu mungkin suatu saat kesalahan itu akan menjadi miliknya dan bukan orang lain. Dan saat hal itu terjadi, maka dia pun juga ingin menerima perlakukan yang serupa baiknya dengan yang dilakukannya sekarang.

Maka benarlah jika orang yang menghargai akan mudah merasa bahagia. Ini karena orang lain bahkan benda mati sekalipun yang berada di sekitarnya juga akan dengan mudah memberikan ketenangan baginya.

Dan ibarat sebuah bola yang terpantul di dinding yang dari keras atau tidaknya lemparan kita, maka bola tersebut akhirnya akan kembali mengenai diri kita lagi. Orang yang menghargai akan mudah merasa bahagia, hal ini karena orang lain bahkan benda mati sekalipun yang berada di sekitarnya juga akan dengan mudah memberikan ketenangan baginya.
Sebaliknya, orang yang paling menyesal, adalah orang yang paling tidak menghargai atau belajar menghargai setiap apapun yang datang kepadanya walaupun hanya satu detik. Dan hal ini kebanyakan menjadi hak milik para pengeluh keadaan, karena yang mereka didikkan ke dalam dirinya hanya bisa pada sebatas keluhan, dan makian pada keadaan yang datang, dan bukan sebuah pemikiran positif dan harapan.

Maka berbahagialah bagi orang- orang yang di selamatkan dari musibah akibat kurangnya menghargai. Dan orang- orang ini adalah orang- orang yang santun dalam marah, anggun dalam menegur, membangun dalam mengkritik, serta selalu berpikir positif dan tetap bersyukur dalam titik nadir kesedihan dan kejatuhan diri.

Selasa, 13 November 2012

Wujud Syukur pada Suami


Wujud Syukur pada Suami

Bersyukur pada suami bisa diwujudkan dengan beberapa macam. Sudahkah anda melakukannya?
Banyak wanita kurang bersyukur dan tidak mengerti balas budi, sehingga beranggapan bahwa hidup mulia dan bahagia hanya bila terpenuhi semua tuntutan dan keinginannya. Jika hal itu tidak terpenuhi maka ia akan berontak dan memaki-maki, serta merasa menjadi orang paling malang di dunia. Yang demikian itu seperti gambaran nyata calon wanita penghuni neraka. Seperti yang disebutkan dalam sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam,

“Saya melihat neraka yang tidak pernah aku lihat seperti hari ini. Dan saya melihat penghuni terbanyak dari kalangan wanita.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Kenapa wahai Rasulullah?” Beliau bersabda,“Karena pengingkaran mereka.” Beliau ditanya, “Apakah karena ingkar kepada Allah?” Beliau bersabda,“Mereka membangkang dan mengingkari kebaikan suami. Jika engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka sepanjang tahun, lalu ia melihat darimu sesuatu (yang tidak disukai), maka ia berkata, ‘Saya belum pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.’” (Riwayat Bukhari)
Terkadang istri membuat suami lalai dan patah semangat. Sering pula ia teledor terhadap hak-hak suaminya. Bahkan tidak jarang wanita suka menghina dan merendahkan suami, baik dari sisi penampilan, pekerjaan, profesi, atau ilmunya.
Seharusnya, yang seperti itu sebisa mungkin dijauhi oleh para istri shalihah. Sesungguhnya, memiliki suami itu sudah menjadi keberuntungan bagi seorang wanita, mengingat tidak sebandingnya jumlah laki-laki dan wanita  dewasa ini. Karena itu, setiap wanita yang bersuami, selayaknya bersyukur. Memang, mensyukuri hal itu terkadang terasa sangat berat, terutama bila seorang istri hanya mengingat kekurangan dan kejelekan suami. Namun, cukuplah hadits Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam di atas menjadi peringatan bagi para istri. Pintu neraka akan terbuka lebar-lebar bagi para istri yang mengingkari kebaikan suami.
BENTUK SYUKUR PADA SUAMI
Syukur pada suami, bisa direalisasikan dalam berbagai hal, di antaranya:
1. Mencintainya sepenuh hati
Cintailah suami apa adanya. Jangan bandingkan dia dengan laki-laki lain. Bagaimanapun juga, Allahta’ala telah menakdirkan dia menjadi jodoh Anda. Pupuklah cinta itu agar terus tumbuh subur di hati Anda.
2. Menghormati dan menghargai
Suami Anda adalah pemimpin di rumah Anda. Maka hormati dan hargailah dia. Jangan pernah menyepelekannya, atau merendahkan harga  dirinya.
3. Selalu taat dan berbakti
Ketaatan pada suami adalah yang utama, setelah ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya shollallohu ‘alaihi wa sallam. Seorang istri wajib menaati suaminya, sepanjang tidak menyelisihi aturan syariat.
4. Amanah
Istri yang amanah, akan membuat suami merasa aman. Ia bisa menjaga rahasianya, serta menjaga rumah dan hartanya saat dia pergi.
5. Memuliakan orang tua dan keluarganya
Orang tua suami Anda, telah menjadi orang tua Anda juga. Mereka telah mengikhlaskan anak lelakinya menjadi suami Anda. Maka muliakanlah mereka. Muliakan pula keluarga besar suami yang lainnya. Pergauli mereka dengan santun. Insyaallah dengan begitu mereka pun akan bersikap demikian terhadap Anda.
6. Menjaga lisan agar jangan sampai menyakiti
Seorang istri harus pandai menjaga lisannya, agar jangan sampai menyakiti hati suaminya. Seorang lelaki bisa sangat peka, terutama bila tersinggung soal harga dirinya. Kalau sampai dia marah dan meninggalkan Anda, maka Anda sendiri yang akan rugi.
7. Merawat dan mendidik anak-anaknya dengan baik
Anak-anaknya adalah anak-anak Anda juga. Rawat dan didiklah mereka dengan sebaik-baiknya. Ketika masih kecil, mungkin mereka sangat merepotkan. Akan tetapi, bersabarlah. Bisa jadi anak-anak itu akan ganti merawat Anda berdua di hari tua nanti. Jangan lupa pula, doa anak shalih bisa menjadi pemberat timbangan amal kita, dan akan terus mengalirkan pahala meski kita sudah berkalang tanah. Karena itu, usahakanlah untuk mendidik anak-anak agar menjadi mukmin sejati yang shalih dan shalihah.

8. Mengingatkan kalau dia salah

Suami juga manusia. Ia juga tak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Pilihlah kata-kata yang lembut untuk mengingatkan suami bila ia sedang khilaf. Jangan marah jika ia tak mau mengakui kesalahannya, atau hanya diam dan tak meminta maaf. Terkadang, egonya memang menahannya untuk mengakui kesalahannya atau meminta maaf, namun sebenarnya dalam hati ia mengakuinya.
9. Lebih banyak mengingat kebaikannya, memaafkan kesalahannya, dan bersabar terhadap kekurangannya.
Janganlah membencinya karena ia memiliki sifat buruk yang tak kita sukai. Bagaimanapun juga, ia pun pasti memiliki banyak sifat baik yang kita sukai. Maafkan kalau dia bersalah atau bersikap kasar.Husnuzhzhan sajalah. Barangkali ia bersikap demikian karena sedang kelelahan karena banyak pekerjaan.

10. Mendorong dan menghiburnya ketika susah

Seorang istri yang mencintai suaminya, tidak hanya setia saat suaminya bersuka cita. Ia pun setia mendampingi di saat suaminya berduka atau ditimpa kesusahan. Istri yang baik akan berusaha menghiburnya, dan mendorongnya untuk kembali bersemangat. Para istri bisa belajar dari Ummul Mukminin Khadijah x, yang berusaha menghibur dan menenangkan hati Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam ketika pertama kali menerima wahyu di gua Hira’.
11. Menyenangkan hatinya
Istri shalihah akan berusaha untuk selalu menyenangkan hati suaminya. Ia akan menjaga penampilannya di hadapan suami. Juga menjaga agar suaminya tidak melihat sesuatu yang kurang menyenangkan pada dirinya, maupun pada rumah dan anak-anaknya. Ia akan selalu menjaga diri, anak-anak dan lingkungannya agar bersih dan rapi. Selain itu, menyenangkan suami juga bisa dilakukan dengan menghidangkan masakan yang lezat untuknya, serta memberikan servis yang memuaskan di ranjang.
12. Jangan membenci dan meninggalkannya di saat orang lain berbuat demikian.
Suami kadang diuji dalam pekerjaannya. Misalnya usahanya bangkrut, dan orang-orang yang dulu menjalin hubungan kerja sama dengannya, banyak yang meninggalkannya. Bisa juga ia diuji dengan suatu penyakit yang cukup parah, sehingga banyak orang meninggalkannya, sebagaimana yang dialami Nabi Ayyub ‘alaihis salam. Seorang istri yang baik dan setia, akan tetap menemaninya, dan tidak meninggalkannya di saat orang lain berbuat demikian terhadapnya.

13. Meladeni/melayaninya sampai hal-hal kecil.

Layanilah suami sampai pada hal-hal kecil. Misalnya menyiapkan pakaiannya atau mengambilkan makan dan minumnya.
14. Bersikap qana’ah, berterima kasih dan mensyukuri pemberiannya. 
Jangan bersikap “ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang”. Banyak-banyaklah bersyukur, karena bila kita bersyukur maka Allah l akan menambah nikmat-Nya. Jangan kufur nikmat. Lihatlah ke bawah. Betapa banyak orang yang hidupnya jauh lebih susah dibandingkan kita.

15. Jauhi cemburu buta

Cemburu adalah tanda cinta. Namun, cemburu yang baik adalah cemburu yang disertai keraguan. Cemburu buta malah bisa merusak ikatan cinta kasih di antara Anda berdua. Bagaimanapun juga, dalam cinta, ada kepercayaan. Karena itu, boleh saja cemburu, tapi jangan menuduh suami sembarangan, misalnya telah berbuat serong dan sebagainya. Apalagi jika Anda tidak memiliki bukti yang kuat.
Demikianlah beberapa bentuk syukur terhadap suami. Mudah-mudahan para istri bisa mewujudkannya dalam kehidupan berumah tangga. (kuni_shalihati)

Kamis, 17 Mei 2012

Pengaman motor dan mobil

pengaman motor sentuh

Membuat Sinyal PWM Menggunakan PIC 16F84


Membuat Sinyal PWM Menggunakan PIC 16F84

There are many small mechanisms, particularly servo motors, that use PWM coding as a means of input. PWM signals can also be used to vary the voltage applied to a device by achieving an effective average voltage. With so many applications, it is therefore necessary to have a reliable means of generating a PWM signal.




MOTIVATION AND AUDIENCE

The focus of this tutorial is to demonstrate a method of generating a PWM signal using a PIC 16F84. This tutorial will teach you:
  • What a PWM signal is.
  • How to write code to generate a PWM signal using a PIC 16F84.
To do this, it is assumed that you already:

The rest of the tutorial is presented as follows:


PARTS LIST AND SOURCES

In order to complete this tutorial you must have the circuit from the tutorial "A Fast Track to PIC Programming" (minus the dip switches and resistor LED circuits). This circuit will be the only part required for this tutorial. You will also need a DC power supply and access to an oscilloscope to observe the signal.

BACKGROUND

Figure 1
A PWM signal is simply a pulse of varying length, in effect a rectangular wave. This is illustrated in Figure 1, which also shows how a servo might react to different PWM inputs. For our circuit, the maximum voltage outputted will be +5 VDC, and the minimum will be 0 VDC. The length of the pulse generated is some times charcterized by a duty cycle. The duty cycle is the percentage of the signal that the output remains high. For instance, a constant +5V would be equivalent to a 100% duty cycle. A typical square wave output from a function generator has a 50% duty cycle. 0V would correspond to a 0% duty cycle.

PROGRAMMING

PWM.asm

; FILE: PWM.asm
; AUTH: Keith Sevcik
; DATE: 5/21/03
; DESC: This program generates a PWM waveform.
; NOTE: Tested on PIC16F84-04/P

;----------------------------------------------------------------------
; cpu equates (memory map)

 list p=16f84
 radix hex

;----------------------------------------------------------------------

portb equ 0x06  ; port b equate
duty equ 0x0c  ; length of duty cycle
temp equ 0x0d  ; length of duty cycle

;---------------------------------------------------------------------

c equ 0  ; status bit to check after subtraction

;---------------------------------------------------------------------

 org 0x000

 movlw 0x00  ; load W with 0x00 make port B output
 tris portb  ; copy W tristate to port B outputs
 movlw 0x00  ; fill w with zeroes
 movwf portb  ; set port b outputs to low
rstrt movlw d'0'
 movwf portb
 movlw d'157'  ; Duty cycle length
 movwf duty
b0loop movf duty,w
 movwf temp
 bsf portb,0
pwma nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 decfsz temp 
 goto pwma
 movlw d'255'
 movwf temp
 movf duty,w
 subwf temp,f
 bcf portb,0
pwmb nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 decfsz temp
 goto pwmb
 goto rstrt

;----------------------------------------------------------------------

 end

;----------------------------------------------------------------------
; at burn time, select:
; memory uprotected
; watchdog timer disabled
; standard crystal (4 MHz)
; power-up timer on
HEADER AND EQUATES The first portion of code is the header and register equates. For more information about the meaning of the header see the previous tutorial.


 list p=16f84
 radix hex

;----------------------------------------------------------------------

portb equ 0x06  ; port b equate
duty equ 0x0c  ; length of duty cycle
temp equ 0x0d  ; length of duty cycle

;---------------------------------------------------------------------

c equ 0  ; status bit to check after subtraction

;---------------------------------------------------------------------

 org 0x000
The only equate of signifficance here is PWM. This register will be used to store the length of the PWM signal to be generated.
INSTRUCTIONS
The next portion of code contains the actual instructions that tell the PIC what to do.

start movlw 0x00  ; load W with 0x00 make port B output
 tris portb  ; copy W tristate to port B outputs
 movlw 0x00  ; fill w with zeroes
 movwf portb  ; set port b outputs to low
These lines set up port B as outputs. All outputs are then set to low.

rstrt movlw d'0'
 movwf portb
 movlw d'157'  ; Duty cycle length
 movwf duty
After setting up the ports, the main loop is begun. At the beginning of the main loop, all port b pins are set to low just incase they are high when they shouldn't be. The duty cycle is then set to 157 (a 50% duty cycle. 255 corresponds to 100% and 0 corresponds to 0%).

b0loop movf duty,w
 movwf temp
 bsf portb,0
pwma nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 decfsz temp 
 goto pwma
The next bit of code is the loop for the PWM signal generated at pin B0. The pwm1a loop generates the high portion of the PWM signal. The duty cycle is stored in temp and then the pin is set high. after a pause, temp is decremented and so long as it doesnt reach zero the pause is repeated and temp is decremented again. After temp reaches zero, the code continues.

 movlw d'255'
 movwf temp
 movf duty,w
 subwf temp,f
 bcf portb,0
pwmb nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 nop
 decfsz temp
 goto pwmb
 goto rstrt
The next portion of code generates the low part of the PWM signal. The value 255 is stored in temp, and the duty cycle is subtracted from this. This gives the remaining length of signal to be generated. Temp is then decremented in the same manner as above, this time with B0 set to low. Once the entire PWM signal has been generated, the code repeats.
This code causes a PWM signal to be generated with a duty cycle proportional to the value set. The frequency of the signal can also be adjusted by varying the delay (the number of nop's used).

APPLICATIONS

One common application of pwm signals is motor control. By varying the duty cycle of a pwm signal sent to a motor, you can vary the effective power of the signal and thereby slow the motor down or speed the motor up depending on how long of a pulse you send to the motor. The signal generated by the PIC can not be directly connected to the motor, however, because the PIC is unable to handle the power required by the motor. It is therefore necessary to use a transistor to regulate the flow of current to the motor. A transistor is like an electric switch. When you send a logic high (+5V) to the transistor, it allows current to flow. When a logic low (0V) is sent, it restricts the flow of current. For digital signals, this means that the signal can be reproduced exactly, except the new signal is scaled up to a much larger current. Figure 2 shows a schematic for controlling a motor using a TIP31 NPN transistor.
Figure 2
As the schematic shows, the output from the pick is wired to the base. The negative terminal of the motor is then connected to the base and the collector is connected to ground. When the PWM otuput from the PIC is sent to the transistor, it will flip the transistor on and off and subsequently generate the same PWM signal to the motor, allowing you to control the motor with a PWM signal.

FINAL WORDS

After completing this tutorial you should be familiar with PWM signals and how to program a PIC 16F84 to generate them.

Injector Duty Cycle

Injector Duty Cycle You hear it all the time... but what exactly IS the Injector Duty Cycle and where do these numbers come from? It is r...