Selasa, 28 Mei 2013

Menciptakan Rasa Syukur Pada Suami


Bersyukur pada suami bisa diwujudkan dengan beberapa macam. Sudahkah anda melakukannya?



Banyak wanita kurang bersyukur dan tidak mengerti balas budi, sehingga beranggapan bahwa hidup mulia dan bahagia hanya bila terpenuhi semua tuntutan dan keinginannya. Jika hal itu tidak terpenuhi maka ia akan berontak dan memaki-maki, serta merasa menjadi orang paling malang di dunia. Yang demikian itu seperti gambaran nyata calon wanita penghuni neraka. Seperti yang disebutkan dalam sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam,


“Saya melihat neraka yang tidak pernah aku lihat seperti hari ini. Dan saya melihat penghuni terbanyak dari kalangan wanita.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Kenapa wahai Rasulullah?” Beliau bersabda,“Karena pengingkaran mereka.” Beliau ditanya, “Apakah karena ingkar kepada Allah?” Beliau bersabda,“Mereka membangkang dan mengingkari kebaikan suami. Jika engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka sepanjang tahun, lalu ia melihat darimu sesuatu (yang tidak disukai), maka ia berkata, ‘Saya belum pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.’” (Riwayat Bukhari)


Terkadang istri membuat suami lalai dan patah semangat. Sering pula ia teledor terhadap hak-hak suaminya. Bahkan tidak jarang wanita suka menghina dan merendahkan suami, baik dari sisi penampilan, pekerjaan, profesi, atau ilmunya.


Seharusnya, yang seperti itu sebisa mungkin dijauhi oleh para istri shalihah. Sesungguhnya, memiliki suami itu sudah menjadi keberuntungan bagi seorang wanita, mengingat tidak sebandingnya jumlah laki-laki dan wanita  dewasa ini. Karena itu, setiap wanita yang bersuami, selayaknya bersyukur. Memang, mensyukuri hal itu terkadang terasa sangat berat, terutama bila seorang istri hanya mengingat kekurangan dan kejelekan suami. Namun, cukuplah hadits Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam di atas menjadi peringatan bagi para istri. Pintu neraka akan terbuka lebar-lebar bagi para istri yang mengingkari kebaikan suami.


BENTUK SYUKUR PADA SUAMI

Syukur pada suami, bisa direalisasikan dalam berbagai hal, di antaranya:

1. Mencintainya sepenuh hati
Cintailah suami apa adanya. Jangan bandingkan dia dengan laki-laki lain. Bagaimanapun juga, Allahta’ala telah menakdirkan dia menjadi jodoh Anda. Pupuklah cinta itu agar terus tumbuh subur di hati Anda.

2. Menghormati dan menghargai
Suami Anda adalah pemimpin di rumah Anda. Maka hormati dan hargailah dia. Jangan pernah menyepelekannya, atau merendahkan harga  dirinya.

3. Selalu taat dan berbakti
Ketaatan pada suami adalah yang utama, setelah ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya shollallohu ‘alaihi wa sallam. Seorang istri wajib menaati suaminya, sepanjang tidak menyelisihi aturan syariat.

4. Amanah

Istri yang amanah, akan membuat suami merasa aman. Ia bisa menjaga rahasianya, serta menjaga rumah dan hartanya saat dia pergi.

5. Memuliakan orang tua dan keluarganya

Orang tua suami Anda, telah menjadi orang tua Anda juga. Mereka telah mengikhlaskan anak lelakinya menjadi suami Anda. Maka muliakanlah mereka. Muliakan pula keluarga besar suami yang lainnya. Pergauli mereka dengan santun. Insyaallah dengan begitu mereka pun akan bersikap demikian terhadap Anda.

6. Menjaga lisan agar jangan sampai menyakiti

Seorang istri harus pandai menjaga lisannya, agar jangan sampai menyakiti hati suaminya. Seorang lelaki bisa sangat peka, terutama bila tersinggung soal harga dirinya. Kalau sampai dia marah dan meninggalkan Anda, maka Anda sendiri yang akan rugi.

7. Merawat dan mendidik anak-anaknya dengan baik

Anak-anaknya adalah anak-anak Anda juga. Rawat dan didiklah mereka dengan sebaik-baiknya. Ketika masih kecil, mungkin mereka sangat merepotkan. Akan tetapi, bersabarlah. Bisa jadi anak-anak itu akan ganti merawat Anda berdua di hari tua nanti. Jangan lupa pula, doa anak shalih bisa menjadi pemberat timbangan amal kita, dan akan terus mengalirkan pahala meski kita sudah berkalang tanah. Karena itu, usahakanlah untuk mendidik anak-anak agar menjadi mukmin sejati yang shalih dan shalihah.

8. Mengingatkan kalau dia salah

Suami juga manusia. Ia juga tak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Pilihlah kata-kata yang lembut untuk mengingatkan suami bila ia sedang khilaf. Jangan marah jika ia tak mau mengakui kesalahannya, atau hanya diam dan tak meminta maaf. Terkadang, egonya memang menahannya untuk mengakui kesalahannya atau meminta maaf, namun sebenarnya dalam hati ia mengakuinya.

9. Lebih banyak mengingat kebaikannya, memaafkan kesalahannya, dan bersabar terhadap kekurangannya.

Janganlah membencinya karena ia memiliki sifat buruk yang tak kita sukai. Bagaimanapun juga, ia pun pasti memiliki banyak sifat baik yang kita sukai. Maafkan kalau dia bersalah atau bersikap kasar.Husnuzhzhan sajalah. Barangkali ia bersikap demikian karena sedang kelelahan karena banyak pekerjaan.

10. Mendorong dan menghiburnya ketika susah

Seorang istri yang mencintai suaminya, tidak hanya setia saat suaminya bersuka cita. Ia pun setia mendampingi di saat suaminya berduka atau ditimpa kesusahan. Istri yang baik akan berusaha menghiburnya, dan mendorongnya untuk kembali bersemangat. Para istri bisa belajar dari Ummul Mukminin Khadijah x, yang berusaha menghibur dan menenangkan hati Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam ketika pertama kali menerima wahyu di gua Hira’.

11. Menyenangkan hatinya

Istri shalihah akan berusaha untuk selalu menyenangkan hati suaminya. Ia akan menjaga penampilannya di hadapan suami. Juga menjaga agar suaminya tidak melihat sesuatu yang kurang menyenangkan pada dirinya, maupun pada rumah dan anak-anaknya. Ia akan selalu menjaga diri, anak-anak dan lingkungannya agar bersih dan rapi. Selain itu, menyenangkan suami juga bisa dilakukan dengan menghidangkan masakan yang lezat untuknya, serta memberikan servis yang memuaskan di ranjang.

12. Jangan membenci dan meninggalkannya di saat orang lain berbuat demikian.

Suami kadang diuji dalam pekerjaannya. Misalnya usahanya bangkrut, dan orang-orang yang dulu menjalin hubungan kerja sama dengannya, banyak yang meninggalkannya. Bisa juga ia diuji dengan suatu penyakit yang cukup parah, sehingga banyak orang meninggalkannya, sebagaimana yang dialami Nabi Ayyub ‘alaihis salam. Seorang istri yang baik dan setia, akan tetap menemaninya, dan tidak meninggalkannya di saat orang lain berbuat demikian terhadapnya.

13. Meladeni/melayaninya sampai hal-hal kecil.

Layanilah suami sampai pada hal-hal kecil. Misalnya menyiapkan pakaiannya atau mengambilkan makan dan minumnya.

14. Bersikap qana’ah, berterima kasih dan mensyukuri pemberiannya. 

Jangan bersikap “ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang”. Banyak-banyaklah bersyukur, karena bila kita bersyukur maka Allah l akan menambah nikmat-Nya. Jangan kufur nikmat. Lihatlah ke bawah. Betapa banyak orang yang hidupnya jauh lebih susah dibandingkan kita.

15. Jauhi cemburu buta

Cemburu adalah tanda cinta. Namun, cemburu yang baik adalah cemburu yang disertai keraguan. Cemburu buta malah bisa merusak ikatan cinta kasih di antara Anda berdua. Bagaimanapun juga, dalam cinta, ada kepercayaan. Karena itu, boleh saja cemburu, tapi jangan menuduh suami sembarangan, misalnya telah berbuat serong dan sebagainya. Apalagi jika Anda tidak memiliki bukti yang kuat.

Minggu, 26 Mei 2013

Rumus Menuju Sukses

Rumus Menuju Sukses,
Selanjutnya kita akan mempelajari Peta Hidup untuk meraih kesuksesan yang menjadi impian kita. Peta Hidup ini dituangkan dalam 9 Prinsip Membangun Kesuksesan Hidup, berikut point-point-nya:

  1. Tetapkan tujuan yang ingin anda capai, ciptakan suatu citra (image) tentang diri anda 10 tahun yang akan datang.

  2. Susunlah rencana untuk 10 tahun kehidupan anda ke depan. Kehidupan anda terlalu berharga untuk dibiarkan meluncur sendiri tanpa rencana, tuliskanlah diatas kertas apa yang anda ingin capai lalu wujudkan dalam kerjaan anda, keluarga anda, dan kehidupan sosial anda.
  3. Serahkan diri kepada keinginan-keinginan anda. Tetapkan tujuan-tujuan supaya energi anda lebih banyak dan terfokuskan, yaitu tujuan-tujuan untuk bisa berprestasi lebih banyak sehingga temukanlah kenikmatan hidup yang sebenarnya.
  4. Jadikanlah tujuan-tujuan anda itu sebagai “Pilot Otomatis” anda, jika tujuan-tujuan ini terserap dalam diri anda maka anda akan termudahkan dalam mengambil keputusan-keputusan yang tepat dalam mencapai tujuan yang anda ingnkan.
  5. Capailah tujuan-tujuan anda dengan maju selangkah demi selangkah, Anggaplah pekerjaan apapun yang anda laksanakan betapapun remehnya jadikan itu sebagai batu loncatan untuk maju.
  6. Usahakanlah setiap harinya anda mendapatkan manfaat dari apa yang anda kerjakan hari itu. Setiap detik setiap hembusan nafas anda adalah penentu dari hasil akhir tujuan-tujuan anda.
  7. Ambillah jalan lain kalau jalan yang nada tempuh buntu. Tapi jangan tinggalkan tujuan utama anda.
  8. Investasikan diri anda, belilah hal-hal yang dapat meningkatkan mental dan efisiensi anda. Tanamkan jiwa yang penuh dengan gagasan-gagasan yang luar biasa super disetiap gerak anda.
  9. Selalulah ingat dan percaya kepada Tuhan, serahkan tujuan dan harapan anda kepadaNya. Karena bisa jadi apa yang anda anggap baik belum tentu hal itu sepenuhnya baik untuk anda. Berdo’a dan berusaha dengan baik dalam menjalaninya adalah jalan terbaik untuk menemukan tujuan akhir yang bahagia dalam hidup anda.

Rabu, 01 Mei 2013

Efek Buruk Suami Isteri Yang Berjauhan Tempat Tinggal

Biasanya karena tuntutan pekerjaan kedua belah pihak,maka tempat tinggal sepasang suami isteri terpaksa harus berbeda.Bisa beda kota atau berbeda negara,yaitu ada jarak,ruang dan waktu yang memisahkan keduanya,padahal sudah menikah dan berumah tangga.

Rumah tangga yang ideal salah satunya adalah kewajiban selalu berkumpul bersama setiap hari di dalam rumah yang sama.Hidup bersama melewatkan waktu hidup menunggu kematian tiba.Itulah hakikat menikah dan berumah tangga.


Selalu bertempat tinggal berbeda bahkan jauh dari pasangan dalam jangka waktu yang panjang,bertahun tahun misalnya,bisa menimbulkan berbagai efek kurang baik bagi keluarga yang demikian,diantaranya :


  • Tingkat keintiman lahir bathin antara suami isteri akan berkurang,sehingga pola bekerjasama dan sifat gotong royongnya cenderung berkurang.
  • Menumbuhkan sifat "mandiri' yang berlebihan mengarah ke egoisme masing-masing.
  • Mengurangi dan mengikis tingkat toleransi dalam sikap sehari-hari ketika berkumpul,misalnya isteri sudah tidak biasa untuk mengantar minum ke suami karena sudah biasa di tempat kostnya tidak melayani siapapun.Suamipun demikian menjadi tidak nyaman ketika berkumpul,ada yang ngatur-ngatur,jangan merokoklah,tidur harus cepatlah,atau selimut harus rapih ketika bangun,ada yang ngomel dsb.
  • Kurang hemat dalama pengeluaran keuangan keluarga,ada Dapur dua,tentu saja dua resiko dan dua pos pengeluaran,dua rumah tangga.
  • Dekat dengan masalah cemburu,selingkuh,dan banyak timbul prasangka jelek bahkan fitnah
  • Anak-anak kehilangan figur sebagai siapa pemimpin mereka sesungguhnya.
  • Anak-anak layaknya seperti korban sebuah rumah tangga "broken home"
  • Ketika berkumpul,semua pihak sudah terbiasa sendirian,sifat individualistis akan terpupuk menumpuk di pribadi masing-masing sehingga kebiasaan seperasaan dan sepenanggungan menjadi semakin berkurang
  • Jalinan persatuan dan kesatuan keluarga lemah
  • Boros biaya,bagi yang penghasilannya pas-pasan sangat susah untuk menjadikan keluarga sejahtera secara ekonomi,(keuangan) karena uang biasanya habis di jalan,yaitu berat di ongkos untuk bolak-balik ke tempat tinggal sendiri dan balik lagi ke rumah setiap minggu atau bulannya.
  • dll

Injector Duty Cycle

Injector Duty Cycle You hear it all the time... but what exactly IS the Injector Duty Cycle and where do these numbers come from? It is r...